Di Indonesia, tidak banyak penulis yang melakukan suatu pengembaraan dari buku ke buku, yang kemudian hasil pengembaraan itu dituangkan menjadi sebuah buku. Mungkin baru P. Swantoro dan almarhum Kuntowijoyo. Contoh, hasil coretan tangan sejarawan sekaligus wartawan, P. Swantoro
Dari Buku ke Buku Sambung Menyambung Menjadi Satu (2002). Selanjutnya, Kuntowijoyo dengan buku terakhirnya setelah
Pengantar Ilmu Sejarah (1995), dan
Metodologi Sejarah (1994, 2003, ed. kedua), yaitu
Penjelasan Sejarah (Historical Explanation) (2008). Lengkap sudah trilogi kitab Kuntowijoyo tentang ilmu sejarah.
>>esai